Qistina KOmPLeks:aNtarA KawaN, darJaT, TarAf, UmUr daN PemikiraN

Monday, August 18, 2008

Mentally: Disturbed and Retarded

blog,
what if one day, the British and the American say 'no bumiputeras* are allowed to enroll in our varsities'. what would be the reactions? arent we going to say 'it is not right. education should not belong to anyone. knowledge should not be politicized". ah, if those are the reactions, slap your face not once but twice. wake up.

blog,
but on the contrary, should we give up the 'privilege' to the non-bumis? meritocracy has taken its place and the effect is, reduction of bumis enrollment in local varsities. my concern is not how many enrolled but how many will graduated. if the number of enrollment falls so is the number graduating. we have less bumis graduate and less bumis can take up important positions in economy and administrations. then what happened? there will be large gap between the non bumis and the bumis in term of per capita income. there will be large gap between the rich and the poor and the diminishing middle class citizen. the ppl are significantly distinguished. there will less and lesser bumi residing the so-called elite areas instead my remote-rembau-look-alike-areas will be receiving more residents. so tell me blog, this is a GOOD, FAIR and HEALTHY COMPETITION..

blog,
why there is a need of UiTM to be exclusively for the bumi? do the bumis need UiTM anyway? or perhaps why there is a need of the non bumi to get themselves to UiTM?

the bumis are mostly handicapped. how could you ask an OKU lad to run on the same track with the tall handsome, fair skin and mentally evolved since hundreds of years ago chap? you want to call it fair competition? is it all about competition?? why are we competing with each other and struggling hard to win whose race is the best, when other nations progressing to become developed countries?? vietnam in many areas has grew notably. we are still struggling to become the hero of our race. my race your race, what race are we competing?

blog,
can you provide me the answers to these questions before you could ask me to run on the track...

1) when was the first MALAY SCHOOL built?
2) when was the first ENGLISH SCHOOL built?
3) when was the year the bumis received formal education from the British?
4) when was the year the non bumis received formal education from the British?
5) which school did these non bumis attended to get the formal education?
6) until which level of education the non bumis had during that time?
7) after the completion of the education system which favor the non bumis, what were the designations they held? what were the positions held by the bumis during that time?

blog,
if one knows the answers, one will know why the bumis need UiTM. it isnt because we want to discriminate the non bumis, but UiTM is like a help to support the impairments that the bumis have. it is not something to be brag about, not even to be proud of.

blog,
not everyone has the luck on his side everytime. i was, granted with hardworking and a bit of intelligence (read: it is really really a bit of intelligence and i mean it) by my almighty Lord (forgive me for i have sinned) and those pulled me through during my long years of study. if the non bumis are really sincere to help the bumis, they will not ask nor they will question this existence of UiTM. we need to shrink the gaps that we inherited from the systems created by our corrupted hands. no one will help us, unless we start to realize, we are dependent to each other. having one to collapse, we will have a crippled malaysia. oh if that time to happen, no one will bloody care if you want to sing the NegaraKUKU or negaraKAKI.

blog,
we are in many instances no less to animals. we play who's the prey and who's the predator. the strongest will survive and the weak should extinct. if we have this mentality, we are supposed to be living in the jungle as an uncivilized society with no social responsibility.

blog,
i am still here, with my fellow students who believe we should tolerate and to stand together hand in hand. i stand firmly with the believe, there will be in the future where my race is yours ans yours is mine, and we stop struggling with our identity confusions. that day wont come cheap. i will stand until my very last breath to defend my fellow citizens' rights (read: not my fellow race yeah. read correctly and imprint it in your heart and your mind).

Sunday, August 17, 2008

Kosong: Antara Separuh dan Penuh

blog,

kebiasaannya saya memang menulis di dalam bahasa Melayu, walau bagaimanapun menulis di dalam bahasa Inggeris tidak mengurangkan kebangasaan saya sebagai rakyat malaysia.

blog,

saya belajar tentang kosong lama dahulu semasa di sekolah menengah sekitar dalam umur 15 tahun. ketika sesi motivasi untuk menghadapi peperiksaan PMR. kata seorang penceramah yang tidak lagi saya boleh ingat namanya, ramai pelajar yang datang ke kelas dalam keadaan yang penuh. sepatutnya mereka datang dalam keadaan yang kosong. selesai menyudahkan ayat tersebut bukan setakat pelajar2 yang hadir menjadi kosong malahan guru2 juga melopong (baca: jaws drop). menjadi kehairanan kepada kami bukankah sepatutnya kita datang ke kelas dengan penuh bersedia membuat rujukan dan soroton tentang apa yang telah dipelajari dan akan dipelajari?

rupa rupanya, dia secara sinis menerangkan ramai pelajar yang datang dalam keadaan penuh bongkak dan penuh sombong dengan beranggapan ilmu penuh di dada hingga tidak lagi boleh memuatkan pelajaran yang akan disampaikan oleh guru atau ahli di dalam akademik. dia memberikan contoh air yang diisi dalam gelas yang penuh bagi personafikasi mereka yang datang atau duduk di majlis ilmu dalam keadaan penuh. maka ilmu yang ingin ditambah kemudiannya itu ibarat air yang dituangkan kedalam gelas yang penuh tadi. pastinya sama ada air yang dicurahkan melimpah keluar atau air yang sedia ada itu akan melimpah atau kedua2nya.

blog,

maka dengan itu, bagaimanakah yang dikatakan "datang dalam keadaan yang kosong?". kosong yang dimaksudkan bukanlah bermaksud kosong yang boleh dirujuk didalam kamus. kosong ini boleh diertikan dengan keadaan pelajar yang datang dengan rasa ingin tahu. sekiranya ini tidak berlaku maka setiap kali guru, penceramah atau ahli akademik memberikan pengetahua maka pelajar pelajar ini akan berkata "oh saya telah mengetahuinya dan saya telah membacanya sebelum ini". akhirnya pelajar ini tidak pun belajar apa apa. minat untuk terus berada dalam sekitaran kelas atau majlis itu akan dengan cepatnya menurun dan fokus serta tumpuan pasti hilang. sungguhpun mereka ini telah mengetahui tentang suatu perkara adalah lebih baik mereka ini datang dalam keadaan "tidak tahu". biarlah walaupun kadang kadang pengetahuan tersebut bertindan daripada tidak pun belajar apa apa.

blog,

kosong yang kedua saya pelajari adalah dalam keadaan separuh dan saya belajar dari seorang kawan yang pernah mengaji di Jepun. katanya ini adalah deskripsi (keterangan) terhadap bangsa Jepun. sekiranya satu gelas yang berisi separuh penuh dengan air, maka bila diajukan kepada mereka soalan, apakah yang mereka lihat jawapan yang diberikan amat pelik. mereka tidak mengatakan gelas tersebut separuh penuh tetapi mereka akan mengatakan gelas tersebut separuh kosong.

blog,

penjelasannya agak mudah. mereka ini tidak pun kisah dengan air yang memenuhi gelas tersebut tetapi mereka nampak kekosongan itu lantas telah pun memikirkan cara apa untuk memenuhkan kekosangan tadi. samalah juga dengan pengetahuan, jangan dikira apa yang kita telah ada dan tahu tapi senantiasa mencari apa lagi yang kita tidak tahu dan perlu tahu dan tahu apa yang tidak perlu tahu.

blog,

dalam satu helaian kosong bewarna putih, saya cemarkan dengn satu titik noda bewarna hitam. bila ditanyakan kepada rakan rakan dan pelajar pelajar, mereka nampak titik yang bewarna hitam itu. hairanya hanya beberapa kawan yang telah menjawab dan salah satu yang menarikhingga saya ingat sampai sekarang ialah "aku nampak satu kertas putih. kemudian ada titik yang tidak terlalu signifikan pun kehadirannya". titik hitam itu boleh diandaikan dengan perkara buruk atau suatu yang tidak baik dan kertas putih itu adalah kebaikan yang kita telah lakukan sepanjang hidup ini. realitinya, kita hanya perlu melakukan kesalahan yang kecil untuk seluruh dunia mnegahapuskan kebaikan yang telah kita lakukan sekian lama dan menumpukan penglihatan hukuman kepada kesalahan itu tadi. sangat menyedihkan. golongon professional dan terpelajar kebiasaannya tidak boleh melakukan kesalahan dan sekiranya berlaku juga, seluruh mata dunia akan melihat kesalahan itu.

blog,

kita telah terlalu biasa dengan kebiasaan yang membiasakan suatu yang bukan biasa. adalah menjadi tanggungjawab kita untuk melakukan suatu di luar kebiasaan dan menjadi seorang yang luar biasa untuk bersaing dengan dunia yang tidak pernah memperakui kebiasaan kita. untuk kesalahan yang biasa dilakukan, jgn sampai alah bisa tegal biasa.



-AzrinGarangYangLuarBiasa-

Tuesday, August 05, 2008

BiLa: TidaK TahU dan TidaK MahU

blog,

pernah, aku diingatkan oleh dengan pensyarah lama ku. seorang wanita, berkerjaya punyai seorang suami dan sepasang cahaya mata. umurnya beberapa tahun lebih dewasa dari umi. memperingatkan aku tentang perkahwinan dan perhubungan antara lelaki dan perempuan, suami dan isteri, yang halal antara keduanya,

"marriage is like playing a violin, azrin. when the melody fades away, the strings are still attached".

ketika itu aku di awal usia 20an. mmg tidak mampu untuk memahami apa yang tersirat. dalam kata mudahnya, bila mana kasih dan sayang itu tidak ada lagi tapi kita masih terikat dengan pelbagai tuntutan yang menyebabkan kita tidak boleh bergerak ke mana mana. ini perkara yang paling buruk boleh berlaku dalam suatu perkahwinan. ikatan itu mungkin datang dari anak, dari kekeluargaan kedua dua belah pihak atau mungkin dari tuntutan sosial.

kebebasan adalah perkara yang paling kita pingin kan. kasihan adalah perkatan yang paling selalu meniti di bibir. kesedihan adalah tema kehidupan yang berpanjangan. senyuman adalah suatu yang terlalu sukar untuk dizahirkan. sabar adalah perbuatan yang terlalu muak untuk dilakukan. tangisan menjadi teman semalaman.

namun dalam keterbatasan pilihan, kita menunggu untuk alunan itu kembali memenuhi ruang kehidupan, atau ikatan ikatan itu akan terurai/diuraikan, walau dalam keterpaksaan.

-melAYIEodi-

Monday, July 14, 2008

AuLd LanG saYnE

blog,

minggu lepas menyaksikan seorang lagi tutor i yang meninggalkan jabatan kami, dan mendapat tempat yang lebih baik pada pandangan aku. masih, terdapat beberapa kerat dari kami yang tersangkut dan tersekat dengan sistem yang mengikat janji yang termetrai dengan kenaifan kami.

untuk kawan kami, fadilah, semoga dia akan berjaya dalam pengajian master nya di Univ of Bristol, UK. insya allah, kalau rezeki menyebelahi aku kali ini, maka aku akan menjejakan kaki di sana. berdoa dan berharap.



incik gemork yang biru dan sama sama biru pulak denagn didi~ celcom sangat

didi dan faisul


kawan,

bertemu dan berpisah adat manusia biasa,
hilang di mata tapi di hati jangan lupa,
Berdoalah kita (a)gar aman dan sentosa,
Semoga dapat kita berjumpa di lain masa.

+++
gambar di bawah tak der kena mengena dengan entry ini. tidak la kami ada membuat parti masquerade ataupun yang seangkatan dengan nya. cuma gambar hiasan saja kut~



-good AYIEmood-

Sunday, July 13, 2008

BiasiSwa: UrusaN Sri PaduKa YanG DiPerTUaN agONG

blog,

biasiswa adalah urusan sri paduka baginda yang dipertuan agong. bagi biawak biawak yang laparkan bangkai tersisa, kembalilah segera ke pangkal jalan. dunia tidak akan pernah mencukupkan manusia. dan manusia tidak pernah merasa cukup kepada dunia.

-biAYIEsiswa-

Saturday, July 05, 2008

ThinGs To PONdeR


confession ala-america??


blog,
these are good pieces of comment that i found in my blog hoping.


[1] How could an iceberg sunk Titanic when even "God couldn’t sink the Titanic"? Because they only saw the tip of the iceberg and they forgot the other 90% that's under the sea!
What you see is only 10% of the character of a person in the newspaper, on TV, in ceramahs... 90% is veiled from your view and perception! They're hidden behind closed doors.... Renung-renungkan lah! (taken from chedet's comment section)

[2] At home I find myself doling out money more frequently for my cook to buy groceries. Are we eating more or do things just cost more? I find myself rushing by the windows of boutiques so that I won't be tempted to go in and buy anything unnecessary. The only indulgence
I allowed myself recently was lip gloss which somehow cheers me up. (excerpt from RMM)

[3]Sy mmg tk mnat kt Anwar ni sjk dr skolah dlu. Ms beliau jd Menteri Pelajaran, dia ada brcramah kt skolah sy, dia kta kita
jgn agungkn bangsa/budaya barat, sygknlah bahasa Melayu kita. Tup2 dia ni la yg first skali flipflop. Mgkn org tk prasan ms tu tp sy brani krat jari apa yg dia ckp tu msih sy igt smpai la ni. (dari seksyen komen chedet)

[4] Kita harus belajar daripada sahabat-sahabat rapat Anwar Ibrahim yang dulunya sanggup tenggelam timbul bersama, akhirnya mengambil keputusan meninggalkan beliau. Kita juga harus sedar manipulasi ini tidak akan membawa sebarang keuntungan kepada rakyat. Bagi saya
Datuk Seri Anwar Ibrahim adalah opportunist yang sanggup melakukan apa sahaja untuk mendapat kuasa. (dari Dr Khir Toyo)

[5] PERCAYALAH PADA ALLAH KERANA SUMPAH SEBEGINI TIDAK PERNAH TIDAK DIMAKBULKAN. Jika ada yang pertikaikan apa yang saya kata ini, saudara mesti beristighfar banyak kali kerana keyakinan kepada Allah dan undang-undangNYA mula goyah.

SEMBANG hal mahkamah bukti atau tidak, itu selepas mereka bersumpah. KERANA HAL SEBEGINI ALLAH TIDAK PERNAH MELEWATKAN LAKNATNYA WALAUPUN 1 SAAT. (dari seksyen komen chedet)

-peAYIEning-

Wednesday, July 02, 2008

KemBaLi: Ke RaHMaTuLLaH

blog,

tengah hari tadi, aku menerima panggilan dari seorang sahabat. bondanya yang tercinta telah kembali ke rahmatullah. semoga roh bondanya kembali dalam sebaik baik keadaan. semga dia dicucuri rahmat dan ditempatkan bersama dengan orang yang berkesudahan yang baik.

al-fatihah...

-ayie-